Senin, 23 September 2013

Surat Untukmu Wahai Engkau Yang Mampu Melumpuhkan Hatiku

Assalamu’alaikum wahai engkau yang melumpuhkan hatiku…

Tak terasa waktu terus berjalan seraya aku memendam rasa itu, rasa yang ingin segera kuselesaikan tanpa harus mengorbankan perasaan aku atau dirimu. Seperti yang engkau tahu, aku selalu berusaha menjauh darimu, aku selalu berusaha tidak acuh padamu. Saat di depanmu, aku ingin tetap berlaku dengan normal walau perlu usaha untuk mencapainya. tahukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan hatiku? Entah mengapa aku dengan mudah berkata “cinta” kepada mereka yang tak kucintai namun kepadamu, lisan ini seolah terkunci. Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku mencintaimu, walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah mereka yang engkau cintai walaupun itu hanya sebagian dari prasangkaku.

Jika boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi “illah” bagiku, karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti. Sakit hatiku memang saat prasangkaku berbicara bahwa engkau mencintai dia dan tak ada aku dalam kamus cintamu, sakit memang, sakit terasa dan begitu amat perih. namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku mengerti bahwa senyummu adalah sesuatu yang berarti bagiku. Ketentramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku, dan aku mengerti bahwa aku harus mengalah.

Wahai engkau yang melumpuhkan hatiku, andai aku boleh berdoa kepada tuhan, mungkin aku ingin meminta agar dia membalikkan sang waktu agar aku mampu mengedit saat-saat pertemuan itu hingga tak ada tatapan pertama itu yang membuat hati ini terus mengingatmu. Jarang aku memandang wanita, namun satu pandangan saja mampu meluluhkan bahkan melumpuhkan hati ini. Andai aku buta, tentu itu lebih baik daripada harus kembali lumpuh seperti ini. Banyak lembaran buku yang telah kutelusuri, banyak teman yang telah kumintai pendapat, sebagian mendorongku untuk mengakhiri segala prasangku tentangmu tentang dia karena sebagian prasangka adalah suatu kesalahan, mereka memintaku untuk membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua rasa prasangkamu terhadapku. Namun di titik yang lain ada dorongan yang begitu kuat untuk tetap menahan rasa yang terlalu awal yang telah tertancap dihati ini dan membukanya saat waktu yang indah yang telah ditentukan itu (andai itu bukan suatu mimpi).

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin aku bukanlah lelaki pemberani yang siap untuk segera menikah denganmu. Masih banyak sisi lain hidup ini yang harus ku kelola dan kutata kembali. Juga kamu wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kamu yang dengan halus menolak diriku menurut prasangkaku dengan alasan belum saatnya memikirkan itu, sungguh aku tidak ingin menanggung beban ini yang akan berujung ke sebuah kefatalan kelak jika hati ini tak mampu kutata, juga aku tidak ingin berpacaran denganmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin saat ini hatiku milikmu, namun tak akan kuberikan setitik pun saat-saat ini karena aku telah bertekad dalam diriku bahwa saat-saat indahku hanya akan kuberikan kepada bidadari-ku nanti.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tolong bantu aku untuk meraih bidadari-ku bila dia bukanlah dirimu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tahukah kamu betapa saat-saat inilah yang paling kutakutkan dalam diriku, jika saja dia tidak menganugerahi aku dengan setitik rasa malu, tentu aku telah meminangmu bukan sebagai istriku namun sebagai kekasihku. Andai rasa malu itu tidak pernah ada, tentu aku tidak berusaha menjauhimu. Kadang aku bingung, apakah penjauhan ini merupakan jalan yang terbaik yang berarti harus mengorbankan ukhuwah diantara kita atau harus mengorbankan iman dan maluku hanya demi hal yang tampak sepele yang demikian itu. Aku yang tidak mengerti diriku, ingin ku meminta kepadamu, sudikah engkau menungguku hingga aku siap dengan tegak meminangmu dan kau pun siap dengan pinanganku?!

Namun wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kadang aku berpikir semua pasti berlalu dan aku merasa saat-saat ini pun akan segera berlalu, tetapi ada ketakutan dalam diriku bila aku melupakanmu. Aku takut tak akan pernah lagi menemukan dirimu dalam diri mereka-mereka yang lain.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, ijinkan aku menutup surat ini dan biarkan waktu berbicara tentang takdir antara kita. mungkin nanti saat dimana mungkin kau telah menimang cucu-mu dan aku juga demikian, mungkin kita akan saling tersenyum bersama mengingat kisah kita yang tragis ini. Atau mungkin saat kita ditakdirkan untuk merajut jalan menuju keindahan sebahagian dari iman, kita akan tersenyum bersama betapa akhirnya kita berbuka setelah menahan perih rindu yang begitu mengguncang.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mintalah kepada tuhan-mu, tuhan-ku, dan tuhan semua manusia akhir yang terbaik terhadap kisah kita. memintalah kepada-nya agar iman yang tipis ini mampu bertahan, memintalah kepada-nya agar tetap menetapkan malu ini pada tempatnya.

Wahai engkau yang sekarang kucintai, semoga hal yang terjadi ini bukanlah sebuah dosa.

Wassalam

Nb: Sebenarnya surat ini ingin kukirimkan kepadamu wahai engkau yang mampu melumpuhkan hatiku. Surat ini ingin kuselipkan dalam satu kehidupanmu, namun aku hanya lelaki yang tak memiliki keberanian dalam mengungkapkan semua percikan-percikan rasa yang terjadi dalam hatiku.


»»  Baca Selengkapnya...

Kamis, 12 September 2013

Cinta Sebagai Motivasi

Sungguh sangat menyedihkan bagi para pecinta yang selalu mendapatkan kesediham karena cinta, yang mendapatkan kelemahan karena cinta, dan yang selalu tersakiti karena cinta. Sebuah kesalahan jika cinta disalahkan, karena cinta hakikatnya indah dan memberikan keindahan, bukan memberikan kesengsaraan.

Kita ketahui bersama, jika masih banyak sekali orang-orang yang saling mencintai berubah menjadi benci, yang awalnya saling mengasihi berubah jadi mencaci, yang tadinya mesra berubah jadi bermusuhan. Sekali lagi, cinta itu indah dan mengindahkan.

Cinta yang indah dan mengindahkan adalah cinta yang hadir didalam hati yang memiliki niat suci dan sifat yang bersih. Cinta akan ikut terkotori jika merasuk dihati yang kotor, tergantung bagaimana diri kita menyikapi cinta yang masuk kedalam dada.

Cinta yang indah dan mengindahkan selalu memberikan semangat bagi para pecinta, bukan menjadi pelemah. Inilah yang dinamakan dengan motivasi cinta.

Apa motivasi cinta itu, motivasi cinta adalah sebuah kekuatan dalam cinta yang memberikan gairah dan memberikan semangat untuk melakukan hal-hal positif bagi orang yang hatinya mengistimewakan cinta. Dengan adanya motivasi cinta ini, tidak akan mengenal apa yang namanya badai, dan tak akan mengenal apa yang namanya duri, semua mampu dihadapinya.

Sebenarnya motivasi cinta ini ada dua, yaitu yang ada didalam hati kita dan yang ada disamping kita. Siapakah dia? yaitu seseorang yang benar-benar mencintai kita dengan tulus. Motivasi cinta akan terjadi jika adanya integrasi antara cinta dalam hati kita dan cinta dalam hati orang yang bersama kita.

Ketika sang suami dalam keadaan jenuh dengan pekerjaannya, dan mempunyai masalah banyak, sang istri akan mendekati sang suami dengan lembut, memberikan secangkir teh hangat, dan memberikan pesan lembut untuk suaminya. "Ayah, sebesar apapun masalah ayah, .. bunda siap membantu ayah, jika ayah tidak bisa menghadapi sendiri, kita harus hadapi bersama ayah,...." Misalkan saja seperti itu? kata-kata dari istri seperti inilah yang akan membangun motivasi cinta dalam hati yang sedang lemah.

Berbeda halnya jika kata-katanya kasar."Ayah, makanya nurut sama bunda, ayah sih gak ngasih uang belanja buat bunda, itu tuh akibatnya, banyak masalah kan, makanya turutin maunya bunda." Bagaimana jika demikian, yang ada muncul pelemahan cinta.

Mungkin dari sedikit ilustrasi diatas bisa sobat pahami, jika motivasi cinta itu bangkit, dengan dua syarat, yaitu sama-sama memberikan motivasi, dan saling memberikan motivasi jika salah satunya sedang melemah.(Rahasia Di Balik Cinta
»»  Baca Selengkapnya...

Peluncuran Blog

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum,

Dengan menyebut nama Allah, web blog ini kami buat dan luncurkan. Semoga Allah meridhoi dan memberkahi langkah kami ini. Tujuan dibuatnya blog ini adalah sebagai tambahan dan sarana pendukung dari dakwah online kami yang sebelumnya sudah di page facebok.

 Walaupun sederhana semoga apa yang ada didalamnya dapat berguna dan bermanfaat untuk umat islam. Silahkan di baca post-post dari kami kalau mau copy paste juga dipersilahkan, karena tidak ada yang namanya hak cipta sebab semuanya milik Allah.

Salam ukhuwah dan cinta kerena Allah dari kami,
Tim admin kcm ^_^
»»  Baca Selengkapnya...